Jum’at yang menyenangkan~

“Ahhh… ada apa di masa ini?” benakku bertanya ketika mataku mulai terbuka

“pasti hari ini hebat..” sahut logikaku yang mengaturku selama hari ini.

dan iya, kubuka pengalaman berhargaku mulai dari pukul 4 ketika jam beker sudah tidak tahan untuk melampiaskan amarah melalui bunyi berisiknya. air dingin PDAM yang menemaniku pagi ini bersama sajadah setelahnya.

sepertinya hari ini aku lupa sarapan, bukan karena tidak ada yang dimakan namun karena perhatianku teralihkan dan tersita oleh sebuah objek bernama smartphone yang di dalamnya ada game “Juragan Terminal”, ah berasa seperti anak Indonesia yang sebenarnya ketika kumainkan game ini. dan memang bagus menurutku karena ini adalah game yang memang buatan anak-anak yang berstatus kewarganegaraan sama denganku,  nice.

walaupun kulupakan sarapan, namun ada materi yang sebenarnya harus kukejar, banyak hal meliputi Data Mining, Augmented Reality, Artificial Intelligence, Digital Signal Processing, Internet of Things, Cyber Security, dan Geograpical Information System. ohh nikmartnya ditempatkan tuhan di prodi ini. perlahan kubentuk serverku sendiri di dalam diri ini. dan iya, materi tersebut tidak menyita waktuku cukup lama, setelahnya aku hanya melanjutkan sebuah misi rahasia yang kunamakan “rahasia”.

***skip karena mau pergi ke kampus untuk uts terakhir***

jam menunjuk 9.50 dan aku siap memulai pengalaman berharga di gedung pascasarjana setinggi kurang lebih 50 meter itu. kubuka dengan menyelesaikan tugas dari organisasiku, Baidu Campuss Ambassador yang memaksa secara halus untuk menggunakan aplikasi KWAI milih mereka, nah… kurasakan sensasi baru di dalam aplikasi tersebut. yang mulanya aku sebagai pengguna dan pecandu aktif dari instagram mulai melirik aplikasi KWAI tersebut, dan memang bagus menurutku, opsi yang ditimbulkan memang tidak sedikit dan mampu menarik pecandu instagram beralih ke app tersebut. kita tunggu saja nanti kelanjutan perang aplikasi ini seperti apa? apakah dimenangkan oleh Instagram atau ada pendatang baru bernama KWAI yang mulai melakukan penetrasi pada pecandu instagram. wait…

161028-112613

foto ini diambil ketika aku sedang berada di studio sederhana di kampus, sepertinya bukan studio, melainkan sebuah ruang dosen yang masih belum digunakan sebagaimana fungsinya hmm… sepertinya studio ini takkan bertahan lama.

***video pun selesai, tugas selesai***

dan hampir kulupakan bahwa hari ini jumat, seperti biasanya karena genderku laki-laki, maka aku harus menunaikan ibadah di siang hari ini, dan setelahnya aku tak panjang lebar, capcuss langsung saja kudatagi sebuah warung sederhana yang identik dengan “Anak kos” hmm, dan kruasakan sepiring nasi, sayur serta lauk yang ‘cukup’ membuatku merasa kenyang di siang ini.

ohh sial.. hari ini uts terakhirku, harus kunikmati dan kuhargai sebuah proses yang aku dipaksa menjalaninya ini. mari kita perhatikan perlahan…

seorang pengawas dengan gender wanita memasuki ruangan, dengan aura bahagia kami (warga kelas) menyambutnya, namun apakah beliau merasakan hal yang sama? oh kami tidak tau. harapan besar adalah ya, merasakan hal yang sama. kukerjakan soal demi soal dengan sebuah kalimat yang tersusun rapi membentuk puluhan paragraf di atas folio bergaris berlogokan “PENS”, kampus kebanggaanku untuk saat ini, dan selama aku menempuh studi di masa berikutnya. dan rencanaku setelah mengadopsi D4 menjadi status pendidikanku, akan kulanjutkan ke pascasarjana yang ada di kampus ini, setelahnya kulanjutkan studiku di antara 3 negara (UK,US,UA) dan do’akan saja karena setiap orang yang mendoakan pasti akan dido’akan oleh orang lain… kunikmati soal tersebut satu demi satu peragraf kucetak dari pena hitam kesukaanku dan akhirnya selesai, namun aku tak terfikit untuk meninggalkan ruangan, di benakku hanya ada pendapat yang berdebat mengenai bagaimana proyek akhir yang akan kulakukan di kemudian hari, entah kenapa aku selalu merencanakan sebuah hal yang akan terjadi lalu melaksanakannya, banyak yang mengatakan bahwa aku adalah melankolis, namun kubantah karena karakter dari koleris, singuinis dan plagmatis ada juga dalam diriku. dan mungkin aku avatar :v yang menguasai setiap elemen yang ada hmm… sebuah kebenaran yang tidak sengaja terjadi…

***kutinggalkan kampus setelahnya, menemui seorang wanita yang ingin bersamaku***

mungkin berinteraksi dengan komputer sudah menjadi rutinitas harianku karena sesuai dengan penempatan dari tuhan di prodi ini. namun juga ingin kurasakan bagaimana menjadi manusia, dan bagaimana merasakan hal yang bisa dirasakan oleh manusia lainnya. mungkin banyak orang yang beranggapan bahwa orang sepertiku akan sulit untuk melakukan komunikasi atau sosialisasi dengan manusia lain karena jarang sekali aku menerapkannya, namun hal tersebut salah. dan memang kenyataannya memang salah karena sudah kubuktikan bahwa aku bisa berkomunikasi dengan manusia yang hidup pada umumnya. kusempatkan menjalani kewajibanku di sebuah tempat ibadah yang menurutku besar dan megah karena disangga oleh pilar-pilar yang kokoh di dalamnya tanpa terlihat dari luar. setelahnya bersama dengan seorang wanita kumulai ceritaku sore ini. jam bandulku sudah menunjukkan pukul 3 pm dan aku harus pulang menuju kampung halamanku bersama dengan seorang wanita…

***awalnya semua berjalan dengan mulus***

tiada gading yang tak retak, ibarat pepatah di manapun sebuah jalan pasti ada momen ketika jalan itu berlubang dan hancur disapu oleh genangan air yang dijatuhkan dari langt secara bersamaan. sebuah motor yang kukendarai dengannya berasa nyaman-nyaman saja namun setelah 2km jarak kami tempuh, sebuah masalah mulai datang menghampiri. dan mungkin aku sudah pernah mengalami hal seperti ini di momen sebelum ini namun aku berhasil menyelesaikan dengan algoritma yang sudah kurancang sedemikian rupa. kami hanya bisa melanjutkan perjalanan perlahan, hanya 500 meter yang kami tempuh dengan motor, setelahnya kami harus berusaha mendorong dan mendorong, ah iya. kurasakan rasa yang berbeda saat ini. banyak yang mengatakan bahwa ketika bersama dengan seseorang, ia akan mau bersama ketika hanya pada masa bahagia, namun kutarik kesimpulan bahwa pernyataan itu salah. masih ada orang yang tetap bersama walau dalam kondisi yang bernilai logika nol atau dalam masa ‘kurang membahagiakan’, dan kami hampir putus asa hingga kupanggil pertolongan untuk datang menemui kami, setelahnya kami hanya menghabiskan waktu berdua untuk menyantap sebuah kacang yang disulap menjadi bumbu pecel madiun yang menurutku rasa nikmat yang muncul ada 2 kali, nikmat dari benda yang kumakan, dan nikmat dari benda yang kutatap. tidak hanya satu dealer atau bengkel yang kami sudah lalui melainkan lebih dari dua dan pada akhirnya motor sebagai prasarana kami tetap saja memiliki irama yang sama di masa sebelumnya. kuputuskan untuk tidak berdiam diri, buat apa aku menunggu pertolongan sedangkan tidak ada hal yang kulakukan? dan untuk apa menunggu tanpa melakukan apa-apa, jadi keputusan terakhir adalah mengendarai dan mendorongnya hingga sebuah tempat yang dinamakan bengkel, oh -_- jaraknya tidak dekat bung… melainkan lebih dari 1km yang harus ditempuh melalui jalan bersama seorang wanita dan motor. namun tak apa, ketika susah bersama, pasti akan terasa bahagia bersama setelahnya :v dan rasa linu mulai kudapat, asam laktat di persendianku mulai bergejolak karena mereka membutuhkan oksigen murni. dan iya, langkah demi langkah kami lewati berdua, bengkel demi bengkel pun tak terasa sudah terlalui hingga pada akhirnya tuhan menyuruh malaikat bernama nur, seorang montir yang kami temui dan menurutku dia meniru sistem dagang tionghoa yang mengutamakan pelanggan, cakep mas :v gue suka sistem lo. dan ya, ketika sebuah aki di motorku diganti dengan yang baru, maka masalah yang sudah kualami tersebut hilang, namun apa daya aku tak memiliki uang yang cukup untuk menebus aki baru tersebut.

***dan algoritma baru terpikirkan olehku***

aku yang mulanya berfikir begitu saja hingga pertolongan datang berusaha memutar otak tanpa ada satu neuron pun yang bergeser :v dan ketika bergeser pasti aku sudah tidak bisa menuliskan artikel pendek ini hmm… ‘pendek katamu mas, baca teko kene ae wis ngantuk aku’… kudatangi sebuah kios indomaret yang sudah pernah kudatangi ketika malam di masa yang berbeda dengan temanku di prodi telekomunikasi. dan dengan penuh harapan ada sebuah atm bank mandiri di dalamnya dan semua hewan ingin keluar dari mulutku mulai dari jangkr*k, anj*ng, wedh*s dan hewan-hewan lainnya yang ada di kebuh binatang yang belum kusebutkan. dan aahhh,,, ‘sabar mas’ dari batinku. dan aku memutuskan menarik beberapa tunai di atm bca yang sudah terintegrasi dengan visa milikku dan beruntung aahhh.. kudapatkan beberapa uang di genggamanku. lalu aku dengan seorang wanita tersebut pergi kembali menuju sebuah toko aki yang di sana sudah kuputuskan untuk mengganti aki dan busi dengan yang baru.. beberapa ratus ribu melayang namun tak apa, sebuah algoritma yang cerdas untuk memecahkan masalah yang agak rumit seperti ini…

***problem solved, let’s back to own paradise***

dan iya, aahh kami sudah menyelesaikan masalah itu, rasa bahagia tiba-tiba kami dapatkan hingga pada akhirnya ada dua foto yang muncul dari artikel pendek kali ini. foto yang diambil di sebuah parkiran indomaret krian menggambarkan rasa bahagia kami sudah melewati jalan yang bergelombang dan akan ada jalan bergelombang di depan yang pastinya akan dilalui. dan macet bukanlah sebuah masalah karena sebuah bis menghalangi setengah jalan -_- ‘itu penumpang sama sopir kok ga koordinasi buah minggirin bis, ah apatis kalian, maunya cuman numpang aja’ tapi tak apa dan pada akhirnya jam bandulku menunjukkan pukul 8pm untuk menikmati hidup seperti manusia, berkumpul bersama keluarga yang sudah 5 hari kurindukan ketika perhatian kepada mereka tersita secara tidak sengaja dengan perhatian dari soal dan materi uts :v ah nikmatnya…

img_20161028_191825

***nsfj (not save for jomblo), diskip aja mas, mbak. kasian matanya***

***kopi? kok anyep***

dan malam ini kuhiasi dengan dialog bersama orangtuaku karena sebuah hape pintar yang masih kalah pintar denganku sedang digunakan adek kesayangan untuk bermain :v ‘adek kesayangan itu berlaku untuk kalian yang selalu ribut sama saudara sendiri setiap bertemu hmm’ dan tak lupa segelas kopi tawar di malam ini. ‘kopi kok tawar mas? iku teh opo kopi, opo banyu putih biasa?’ yaaa pertanyaan yang mudah menurut orang dengan pemikiran seperti saya :v logikanya air itu tawar, jika kopi berasa tawar maka terlalu banyak substansi air yang ada di dalam racikan kopi tersebut. dan kopi tawar itu bertahan hingga saya mengetikkan ‘cukup’ di artikel kali ini. selamat malam dan selamat menjadi manusia selama 2 hari.

***cukup***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s