De Cive~Thomas Hobbes

31bgapdcoal-_sx329_bo1204203200_Manusia adalah serigala bagi sesamanya~ begitu ungkap dari buku karya Thomas Hobbes (1588-1679 a.d.). salah satu karya dari filsuf, matematikawan dan sarjana klasik yang dilahirkan di inggris dengan basis ketatanegaraan yang ia kemukakan di salah satu buku ini. Hobbes tidak hanya terkenal di Inggris melainkan juga di paris, dan daratan eropa lainnya karena sumbangsih pengetahuannya mengenai negara pada kala itu. Anak dari seorang pendeta ini pernah mengenyam pendidikan di Magdalen Hall pada usia 14 tahun dan memfokuskan diri ke bidang astronomi yang ditekuninya hingga menempuh pendidikan di Oxford. Ketika di inggris ia berprofesi sebagai pengajar dari anak bangsawan hingga pada tahun 1630an Hobbes mengembangkan pemikirannya mengenai kehidupan sains yang menjadikannya berpetualang ke daratan eropa seperti perancis dan italia hingga pada tahun 1640 ia menyelesaikan manuskrip karyanya yang berjudul “Latin Optical MS”, namun karena situasi politik sehingga ia harus memperlihatkan dukungannya kepada raja di masa itu dengan cara memberikan pemikirannya tentang negara yang dikaryakan melalui karangannya “de Cive” dan “Leviathan”.

Ketika di paris, Hobbes mulai dikenal banyak orang hingga menjadikannya sebagai penulis bereputasi di eropa dan memiliki karya baru yang berjudul “Cogitala Physico Mathematica” dan “Universae” pada 1644. ia juga sempat disidang karena raja Charles 1 Inggris dieksekusi dan rekannya ketika di perancis, Marsenne meninggal dunia sehingga kehidupan politiknya harus berakhir dan kembali menjadi pengajar di kaum bangsawan Inggris. karir filsufnya tidak semulus yang dibayangkan karena ia sempat dituduh sebagai pembawa ajaran sesat bagi kaumnya di masa itu namun ia mampu untuk menjaga reputasinya sehingga tetap dikenal hebat di daratan eropa.

ia memiliki beberapa pemikiran yang berbeda jika dibandingkan dengan pemikiran orang lain di masa itu, yakni mengenai Empirisme, Materialisme,kemandirian filsafat, pengenalan, manusia, status kekuasaan negara dan proses terbentuknya. Semua karya yang ia ciptakan sangat berpengaruh bagi daratan eropa di masa itu sehingga bisa dikatakan sebagai salah satu orang yang berpengaruh di eropa.

Hobbes meninggal pada usia 91 tahun dan ia mendapat ampunan dari kerajaan Inggris karena ia lebih memilih kubu anti-monarki, ia meninggal karena stroke dan dimakamkan di Hault Hucknall dan di batu nisannya tertulis “He is an expert, and because of his reputation of many knowledges, he known by all of local and international”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s