Aturan Penentuan Bilangan Oksidasi

Malam ini saya akan membahas tentang aturan penentuan bilangan oksidasi. tentunya materi yang saya bahas ini adalah materi untuk pelajar keas X SMA. jadi bagi yang masih belum kelas X tidak wajib buka halaman ini.😀 tapi kalo sekedar ingin tau gapapa lah. kalo begitu inilah aturan aturan tentang penentuan bilangan oksidasi.

Aturan pertama. Untuk unsur bebas (misalnya Fe, Na, dll) dan Unsur yang diatom (misalnya : H2, O2, N2, dll) memiliki bilangan Oksidasi 0 (nol).

Aturan kedua. Unsur Hidrogen (H) memiliki bilangan oksidasi sama dengan +1 (positif satu), kecuali dalam senyawa hidrida bilangan oksidasi Hidrogen (H) memiliki bilangan oksidasi sama dengan -1 (negatif satu).

Aturan ketiga. Unsur Oksigen (O) mempunyai bilangan oksidasi sama dengan -2 (negatif dua), kecuali dalam senyawa peroxsida bilangan oksidasi Oksigen (O) sama dengan -1 (negatif satu).

Aturan keempat. Unsur logam memiliki bilangan oksidasi bertanda + (positif) sama dengan elektron valensinya, sedangkan unsur non logam memiliki bilangan oksidasi bertanda – (negatif) sama dengan elektron valensinya. misalnya : Kalium (K) memiliki Elektron Valensi 1 (satu) maka bilangan oksidasinya +1 (positif satu).

Aturan kelima. Jumlah bilangan oksidasi unsur-unsur dalam senyawa sama dengan 0 (nol), dan jumlah bilangan oksidasi unsur-unsur dalam ion poliatom sama dengan muatan ion.

itulah beberapa aturan mengenai penentuan bilangan oksidasi. sekian dari saya dan terima kasih sudah berkunjung.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s