Cerpen – Journey to the Umbrella Corp.

Journey to the Umbrella Corp.
By. Rachmad Syarul H
view_352172_1_125484818900.png
.Menerobos satelit negara.

kota ‘kyiv’ merupakan kota dengan tanah tersubur se-UniEropa yang terletak di Ukraina. Kota ini dilewati oleh sungai Dnyepr yang membagi daratan Ukraina menjadi 2 bagian. Kota ini menjadi terkenal karena beberapa bulan yang lalu dijadikan sebagai tuan rumah Piala Eropa 2012 bersama tetangganya ‘Polandia’. Di kota ini terdapat seorang anak yang bernama ‘Alexander’ seorang anak yang memiliki bakat petualang, menjelajahi tempat – tempat tertentu, dan kegiatan ekstrim lainnya, bakat ini hampir sama dengan kakeknya, Anderson. Alexander adalah seorang anak dari pengusaha tambang minyak di Rusia bernama Scwarv. Alexander berumur 17 tahun dan baru saja merayakan ulang tahunnya di bulan juli kemarin, ia diberi kado oleh kakeknya yang berada di Tempat misterius.

Kado itu adalah suatu buku yang berjudul ‘Welcome to Umbrella Corporation’ sebelum mendapat buku itu, Alexander sudah memiliki dua buku tentang Umbrella Corporation yang diberi oleh kakenya dua tahun lalu.Tetapi, penulis dari tiga buku itu berbeda.

Beberapa hari kemudian, Alexander menerima signal melalui radio dari kakeknya, Anderson. Sinyal itu sangat lemah sehingga Alexander menerobos satelit milik ukraina untuk memperkuat signal tersebut. Karena satelit itu milik negara, maka pihak berwajib mengejar dan menangkap Alexander. Setelah berhasil ditangkap, Ayah Alexander datang dan sangat malu melihat kelakuan anaknya. Ia pun mengajaknya ke rumah dan memberi beberapa nasehat supaya Alexander tidak mengulanginya lagi. Tetapi Alexander memiliki beberapa alasan dan Ia tidak mendengar nasehat dari ayahnya.

Keesokan harinya, Ayah Alexander masuk ke kamar Alexander dan meminta maaf kepada anaknya, karena Ia tidak mengerti perasaan anak remaja yang ingin tahu. Alexander pun memaafkan ayahnya. Kemudian ayahnya bertanya kepada Alexander “Mengapa kau tadi malam menerobos satelit milik negara?”, Alexander menjawab “karena tadi malam aku mendapat signal radio yang sangat lemah dan dikirim berulang-ulang, akhirnya aku menerobos satelit milik negara untuk memperkuat signal tersebut.” Ayahnya kembali bertanya “mana hasil signal tersebut?” Alexander menjawab “ini, tetapi aku tak bisa membacanya karena ini menggunakan bahasa morse.” Ayahnya kemudian melihat kode tersebut dan berusaha menerjemahkannya dan berhasil. Kode itu berisi tentang penulis dan buku Umbrella Corporation. Alexander langsung mencari ketiga bukunya tentang Umbrella Corporation dan menemukannya. Ia merasa aneh pada suatu gambar di sampul ketiga buku tersebut, sepertinya berupa kode.

Ia membutuhkan bantuan Ayahnya untuk memecahkan kode tersebut, untungnya Ayahnya dulu bekerja di Navy(Angkatan laut AS) dan berhasil memecahkan kode tersebut. Ternyata kode itu berisi tentang peta suatu kota beserta koordinatnya. Kota tersebut adalah Hamburg,Jerman. Suatu kota yang berpenduduk terpadat di Jerman.

Alexander barkata dalam benaknya “mungkin Anderson,Kakekku berada di kota itu!,Aku harus pergi ke sana karena aku tak pernah bertemu dengannya selama bertahun-tahun, Terakhir bertemu saat aku berumur 12 tahun.”

.Perjalanan Dimulai.

Setelah Alexander menemukan koordinat dan peta kota Hamburg, Jerman. Ia meminta persetujuan dengan ayahnya untuk pergi ke sana sendirian, karena ayahnya merasa bertanggung jawab, Ia tidak memperbolehkan Alexander untuk pergi ke Hamburg karena Alexander harus sekolah. Tetapi Alexander bersikukuh untuk tetap pergi ke Hamburg untuk menemui kakeknya. Ayahnya lalu merasa kasihan dan memberi syarat “Kau pergi ke kota itu harus denganku karena aku adalah orangtua mu, kalau tidak mau Jangan pergi.!”. Alexander lalu menyetujui ucapan ayahnya tersebut.

Keesokan harinya, mereka bersiap-siap untuk pergi ke Hamburg. Alexander mempersiapkan barang-barang yang akan dibawanya pada waktu pergi ke kota itu. Kemudian setelah itu, Ia meminta do’a kepada ibunya dan berangkat bersama ayahnya.

Awal perjalanan, Dari rumah sampai bandara kyiv alexander terus membayangkan tentang Kakeknya dan Umbrella corporation. ditempuh dengan waktu 2 jam. Setelah itu Alexander dan ayahnya naik pesawat ke Berlin, ibu kota jerman. Pesawat ditunda keberangkatannya selama 3 jam sampai karena adanya hujan salju di bandara Berlin, hal ini dapat menyebabkan Pesawat tergelincir karena landas pacu menjadi licin terkena Salju yang mencair. Setelah menunggu selama tiga jam Alexander take off menuju Berlin selama kurang lebih 7 jam. Sebelum sampai di Berlin, Pesawat transit di bandara Warsaw,Polandia untuk mengisi bahan bakar. Setelah mengisi bahan bakar, pesawat melanjutkan perjalanan dari Warsaw ke Berlin.

.Welcome to Germany.

Alexander bersama ayahnya melanjutkan perjalanan ke Berlin dengan menggunakan pesawat. Sesampainya di bandara berlin, mereka langsung naik taksi dan pergi menuju kota Hamburg, tetapi sopir taksi tersebut tidak mau berkendara menuju kota Hamburg, karena kota tersebut dihuni oleh pabrik-pabrik pesawat yang bersuara sangat bising. Ayah Alexander membayar sopir taksi itu enam kali lipat, tetapi sopir itu mau delapan kali lipat, dan ayah Alexander menyetujui permintaan sopir taksi tersebut.

Perjalanan dari berlin sampai Hamburg seharusnya selama empat jam dengan jalur darat, tetapi karena ada kecelakaan, jalur menjadi macet dan waktu menuju Hamburg menjadi enam jam.

Detik demi detik, akhirnya sampai di kota Hamburg. Kota hamburg memang sangat padat, banyak pabrik-pabrik pesawat di sana, orang berlalu-lalang menyebrangi jalan, dan lain-lain. Tidak heran, jerman memusatkan kegiatan ekonomi di kota tersebut karena sangat padat penduduknya. Setelah sampai di kota Hamburg, Alexander langsung menanyakan tentang kakeknya dan Umbrella Corporation, Anehnya orang-orang di kota itu sama sekali tentang Umbrella Corporation dan kakek Alexander. Alexander dan ayahnya mencari di seluruh kota Hamburg sampai mlam, dan bermalan di samping halaman salah satu pabrik mobil terkenal dari jerman ‘Mercedes-Benz’.

Keesokan harinya mereka mencari kakek dan Umbrella Corporation lagi, mereka mencari selama dua hari dan menemukan sebuah logo bergambar payung dan bertuliskan “Umbrella Corporation ‘obedience breeds discipline, discipline breeds unity, unity breeds power, power is life’”

Alexander membaca logo tersebut dengan teliti, sampai akhirnya ia menemukan sebuah sandi morse lalu ia meminta bantuan ayahnya untuk memecahkan sandi tersebut. Setelah berhasil dipecahkan, kode tersebut berisi tentang letak Umbrella Corporation di kota Hamburg. Ternyata Umbrella Corp. Terletak di tengah-tengah kota Hamburg.

Alexander langsung pergi ke tengah-tengah kota Hamburg dengan sangat tergesa-gesa, tetapi sesampainya di pusat kota tersebut, ia tidak menemukan umbrella corporation. Alexander pun bermalam di pusat kota hamburg.

Tengah malam, kota hamburg seperti kota mati yang tak berpenghuni. Alexander terbangun tengah malam dan mendengar suara mesin-mesin yang berbunyi. Ia mendatangi dari mana asal suara tersebut. Ternyata suara tersebut berasal dari tangga besar yang menjorok turun ke dalam pusat kota Hamburg.

Alexander langsung masuk Menuju tangga tersebut. Semakin Ia masuk semakin keras suara mesin-mesin tersebut. Dan akhirnya saat ia masuk, ia menemukan suatu pabrik yang sangat besar dan terletak di bawah tanah pusat kota Hamburg. “Pabrik itu sepertinya sudah lama tida dipakai” ungkap Alexander dalam benaknya.

.Masuk ke Umbrella Corp.

Alexander menemukan sebuah gerbang bergambar payung dengan tulisan Umbrella Corporation. Ia pun teringat kakeknya dan berkata “yeah.! Kutemukan kakekku..!” Ia pun melangkah menuju gerbang tersebut, saat sampai di depan gerbang, Ia melamun. Tiba-tiba gerbang terbuka sendiri tanpa bantuan tangan Alexander. Alexander langsung masuk ke dalam gerbang tersebut, ternyata di dalam sangat bersih sekali, semuanya berwarna putih dan sangat steril. Setelah ia mesuk, gerbang pertama menutup sendiri, lalu ia menemukan gerbang kedua dan mendekatinya. Gerbang kedua membuka sendiri dan Alexander mengatakan “Semua yang ada di sini sangat canggih, tak heran kakekku betah tinggal di sini dan tak nau pulang.”

Gerbang demi gerbang dilewati sampai akhirnya Ia bertemu dengan seeorang. “tampaknya orang itu pemilik pabrik ini” Ucapnya. Ia langsung mendekati orang itu dan ternyata orang itu adalah kakeknya, Anderson. Alexander bertanya kepada kakeknya “apakah kau pemilik pabrik ini ? Kakeknya menjawab “Iya, memang kenapa?” Alexander kembali bertanya “Apakah kau Anderson, kakekku?” kakek itu menjawab “iya cucuku”.

Perasaan ingin bertemu menyuruh Alexander memeluk kakeknya sambil bertanya kepada kakeknya “mengapa kau tak pulang ke rumah?” kakeknya menjawab “aku betah di sini” Alexander kembali bertanya “mengapa kau betah di sini?” Kakeknya menjawab lagi “Aku sudah memiliki perusahaan yang dulu kuimpikan” “Apa perusahaan itu?”tanya Alexander, “Perusahaan itu adalah ‘Umbrella Corporation’” jawab kakeknya. Anderson menceritakan sedikit tentang perusahaannya yang dulu hanya sebesar rumahnya, sekarang perusahaan itu lebih besar daripada kota Hamburg, tetapi berada di bawah tanah.

Alexander menjemput ayahnya yang ada di luar, dan langsung mengajaknya masuk menemui kakeknya yang ada di dalam pabrik dalam tanah. Anderson bertemu dengan ayah alexander dengan senang hati, meskipun ia bukan anak kandungnya.

Di dalam pabrik itu terdapat banyak sekali produk makanan ringan dan minuman ringan, serta beberapa produk daging. Alexander mengajak kakeknya pulang sambil berkata “maukah kau kembali ke kampung halaman mu?” kakeknya menjawab “tentu saja, aku sudah lama tak bertemu dengan anak dan cucuku yang ada di sana”. Mereka bertiga berbagi cerita tentang bagaimana sampai ke Hamburg, dan tentang Pabrik Umbrella Corporation. Malam pun menghiasi kota tersebut, mereka bertiga tidur bersama di kamar Anderson yang sangat luas, kira-kira seluas lapangan sepak bola.

Matahari terbangun dari tidurnya dan langsung menyinari kota Hamburg. Mereka bertiga terbangun dan langsung membersihkan badan, menyiapkan makanan, dan tak lupa menyiapkan perbekalan untuk kembali ke rumah.

Saat meninggalkan pabriknya, Anderson mengunci pabriknya dengan beberapa kode morse yang orang lain tidak bisa membuka. Siang hari, mereka bertiga pergi ke bandara Berlin, untuk terbang menuju Kyiv. Akhirnya mereka bertiga sampai ke Kyiv dan langsung menuju rumah. Di sana sudah ada panyambutan khusus oleh pihak yang ada di rumah. Anderson bertanya kepada Alexander “maukah kau mengambil alih pabrikku?” Alexander menjawab dengan gembira “Dengan senang hati,kek.” Mereka semua yang ada di rumah sangat terharu dan Bahagia karena tidak bertemu kakeknya selama bertahun-tahun.

Kritik Dan Saran.

Download .Docx
Download.docx

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s